SEJAUH MANA PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA 3 MEMBAWAMU MENGEKSPLOR JAWA DWIPA?

Catatan Pengalaman Baiq Yeni Isnaini Peserta Pertukaran Mahasiswa UNW Mataram Merdeka 3 di Universitas Airlangga 

ARTIKEL| FKIP UNW MATARAM — Hai! Perkenalkan, saya Baiq Yeni Isnaini, akrab dipanggil Yeni. Saya Mahasiswa semester tujuh, program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan(FKIP) Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Saat ini saya sedang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3 di Universitas Airlangga Tulisan saya kali ini bercerita pengalaman menarik selama menjadi Mahasiswa PMM3 di Universitas Airlangga,

Satu hal yang patut disyukuri di tahun 2023 ini adalah kesempatan mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3.Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kememndikbudristek) yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar di Perguruan Tinggi di luar klaster pulau. Program Mahasiswa Merdeka menjadi salah satu program yang ditunggu oleh banyak mahasiswa Indonesia yang ingin mengeksplor keberagaman budaya di Indonesia.Bersentuhan langsung dengan kebudayaan Indonesia yang beragam merupakan hal yang menyenangkan dan akan terkenang selamanya seperti semboyan program ini “ Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya”. Memilih Universitas Airlangga sebagai perguruan tinggi penerima bukan karena sebuah keisengan semata, melainkan merupakan hasil dari perundingan dan pertimbangan yang lumayan panjang. Mempertimbangakan peringkat kampus di tingkat nasional dan internasiona, penyediaan mata kuliah yang sesuai dengan yang ingin saya ambil di Perguruan Tinggi penerima dan fasilitas penunjang perkuliahan yang disediakan Univeritas Airlangga juga menjadi aspek pertimbangan yang tidak bisa diabaikan. Setelah menemukan Universitas Airlangga sebagai perguruan tinggi penerima yang sesuai dengan keinginan, lalu dinyatakan lulus sebagai peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3 di Universitas Airlangga juga merupakan kesempatan yang saya syukuri.

Menjadi peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3 di Universitas Airlangga telah membawa saya menjelajahi banyak tempat bersejarah yang ada di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Surabaya bukan hanya kota metropolitan yang menyuguhkan gedung-gedung megah dengan city light yang indah tetapi juga menyuguhkan banyak bukti-bukti sejarah yang menarik untuk dijelajahi. Sejauh perjalanan saya mengikuti pertukaran ini, saya berkesempatan mengikuti beberapa peringatan hari bersejarah yang kejadian aslinya memang di kota ini, salah satunya adalah peristiwa “ Insiden Yamato atau Perobekan Bendera Belanda yang terjadi di Hotel Yamato”. Tidak hanya itu,Pemerintah Kota Surabaya juga mengadakan event Parade Juang yang sudah masuk menjadi event nasional karena event ini tidak akan ditemukan di kota lain selain kota pahlawan yaitu Surabaya. Mengikuti kegiatan-kegiatan semacam ini memberikan kesempatan kepada saya untuk memaknai lebih dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam sejarah yang pernah saya pelajari di bangku sekolah dasar dulu. Selain itu, kota ini juga kaya akan bukti-bukti sejarah yang tersimpan di museum-museum yang tersebar di beberapa titik di kota ini. Membangun koneksi anatara pengetahuan tentang sejarah Indonesia dengan bukti sejarah yang nyata merupakan salah satu cara yang efektif untuk melakukan penghayatan terhadap sejarah.

l

Selain rekreasi sejarah, Jawa Timur juga menyuguhkan wisata religi yang merepresentasikan sejarah tokoh yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Di Jawa Timur, tersebar beberapa makam Wali Songo di antaranya yang terletak di Surabaya yaitu Makam Sunan Ampel, di Gresik ada Makam Sunan Giri dan Sunan Gresik, di Lamongan ada Makam Sunan Drajat, Makam Sunan Bonang di Tuban, dan empat wali lainnya tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Semua privilese yang saya dapatkan tidak terlepas dari status sebagai mahasiswa Pertukaran di Universitas Airlangga. Selain privilese berupa kesempatan menjelajahi kemegahan sejarah dan wisata religi yang ada di kota ini, menjadi mahasiswa di Universitas Airlangga selama satu semester juga merupakan kesempatan yang tidak boleh saya sia-siakan. Diberikan kesempatan berkuliah di luar kampus bahkan mengambil mata kuliah lintas jurusan merupakan kesempatan yang memberikan tantangan baru bagi saya dan teman-teman lainnya. Adanya perbedaan sistem pembelajaran di Universitas Airlangga dengan sistem pembelajaran di kampus asal tentu saja menuntut saya untuk beradaptasi dengan segala hal baru yang saya temui di kampus penerima.

Menjadi mahasiswa pertukaran bukanlah sebuah penyesalan, walaupun harus meninggalkan keluarga dan jauh dari rumah, mendapatkan banyak tugas kuliah yang tidak sederhana tetapi semua kesibukan ini diimbangi dengan adanya Modul Nusantara yang menyuguhkan agenda kebhinekaan,refleksi, konstibusi sosial dan inspirasi yang sangat menyenangkan. Modul Nusantara menyatukan antara saya dan teman-teman dari ujung timur Indonesia sampai teman-teman dari ujung barat Indonesia .Modul Nusantara sebagai kegiatan wajib bagi semua peserta PMM 3 mewadahi kami untuk mengenal lebih dekat kebudayaan dan keragaman budaya Indonesia melalui teman-teman yang berasal dari berbagai daerah yang berbeda dan kebudayaan yang ada di Jawa Timur ini tentunya.

Jika ditanya sejauh mana PMM 3 di Universitas Airlangga membawa saya menjelajahi Jawa Dwipa? , maka saya akan mengatakan “ PMM3 di Universitas Airlangga telah membawa saya menjelajahi sejarah puluhan bahkan ratusan tahun lalu dengan banyaknya bukti sejarah bangsa Indonesia yang saya temui dan kunjungi di pulau ini. Adapun jarak yang nyata tentu saja PMM3 telah membawa saya terbang dari Pulau Lombok menuju Pulau Jawa dan menjelajahi berbagai keunikan yang ada di Pulau Jawa ini, khususunya Jawa Dwipa”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *