Category: Artikel

AN ANALYSIS OF PHATIC EXPRESSION IN SASAK SPEECH COMMUNITY

AN ANALYSIS OF PHATIC EXPRESSION IN SASAK SPEECH COMMUNITY Rospin Hidayati UNWMataram, rosfinhidayati@gmail.com Ofi Imtihanul Wardia UNWmataram, ofiimtihan96@gmail.com The function of language in society is not only as a means of communication with the arrangement of words, sentences, structure and figurative language, but also including the term of concept in any norm in society, which…

RADIKALISME

PERSPEKTIF SYAIKH YUSUF QARDAWI Oleh: Syaikh Yusuf Qardawi, 28 September 2015 Fenomena Al Ghulwu wa At Tatharruf alias ekstrimisme dan radikalisme beragama makin marak di tengah kehidupan masyarakat. Al Ghulwu wa At Tatharruf menjadi penyakit dan borok umat Islam di tengah situasi yang kurang menguntungkan dalam peta global. Dalam tataran paling rendah penyakit ini melahirkan…

EKSPRESI KEBERAGAMAAN MASYARAKAT ISLAM INDONESIA

MOZAIK MULTIKULTURALISME INDONESIA BAGIAN I oleh : Prof. Dr. fahrurrozi Dahlan MA Dosen Universatas Islam Negeri Mataram Gerakan keislaman atau kebangkitan Islam dimulai sejak Islam bersentuhan dengan Barat melalui kolonialisasi dan imperialisasi wilayah kekuasaan Islam (Amstrong, 2003: 169-192), dan ini merupakan awal dari abad modern di dunia Islam, atau dalam pandangan Harun Nasution (1995: 88)…

NAHDHATUL WATHAN DAN POLITIK PRAKTIS

oleh: H.Fahrurrozi Dahlan Ajibnya terkadang di partai Islam Berpura-pura membela Islam Aktif keliling siang dan malam Membela diri melupakan Islam (Wasiat. 142. h. 55) Karena kafir tak pantai Bersyukur Penuh khulaya’ Hasad Takabbur Tidak hiraukan teman dan Batur Semau-maunya berpolitik Catur (Wasiat. No. 152). Janganlah nanda dibikin bubur Oleh pemain politik catur Diperalat untuk melawan…

FUNDAMENTALISME AGAMA ANTARA FENOMENA DAKWAH DAN KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA

OLEH : FAHRURROZI DAHLAN ABSTRAK Dewasa ini penggunaan istilah fundametalisme memang telah mengalami kesimpangsiuran makna, bahkan cendrung menjadi istilah yang bias dan pejorative (bersifat merendahkan),bahkan seringkali digunakan dengan konotasi negative. Pada gilirannya fundamentalisme sering merujuk kepada kehidupan masa lalu, bahkan lebih jauh lagi fundamentalisme sering disamakan sebagai ekstrimisme, fanatisme politik, aktivisme politik, terorisme dan Anti…

BANGGA MENJADI WARGA NTB “Jika” NTB BERZIKIR, NTB BERPIKIR, NTB MENGUKIR REFLEKSI 61 TAHUN NTB LAHIR

Disampikan Oleh: Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, QH., MA PROLOG: Memperingati Ulang Tahun sesungguhnya merefleksikan diri menjadi orang yang siap mengevaluasi diri dalam capaian kerja dan amal nyata yang dia lakukan setahun sebelumnya, atau menjadi acuan kerja jangka panjang untuk meraih kesuksesan di dunia dan kebahagiaan di akhirat nanti. Allah dengan tegas memberikan rambu-rambu untuk…

Membangun Cara Atau Citra: Studi Lanjut Anak NTB Ke Luar Negeri?

Kemampuan membangun jaringan (networking) bagi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiflimansyah, baginya adalah sebuah modal penting. Dalam jejak karirnya, bakat dan potensi itu, dimiliki sejak lama, baik dalam aktivitas bisnis maupun aktivitas politik yang digelutinya selama ini. Pasca terpilihnya sebagai gubernur NTB pada tahun 2018 lalu, dengan mengusung visi NTB gemilang, bakat kemampuan jaringan itu dituangkan…

Strategi Pengembangan Diri Mahasiswa di Perguruan Tinggi di Era Revolusi 4.0

Marham Jupri Hadi, M.Ed (Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris-FKIP-UNW Mataram) Ringkasan: Mengeyam pendidikan tinggi memberikan peluang kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri secara optimal agar mereka memiliki sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bisa survive dalam menghadapi tantangan global. Upaya pengembangan diri baik secara akademik maupun non akademik harus dilakukan sehingga mereka mampu menjadi…

ISLAM NUSANTARA DALAM TILIKAN ORGANISASI NAHDLATUL WATHAN, LOMBOK, INDONESIA.

Oleh: Dr. H.Fahrurrozi Dahlan, MA [Sekretaris Pengurus Wilayah NW NTB, Sekretaris MUI NTB, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Mataram, [E-mail:roziqiiain@yahoo.co.id-fahrurrozidahlan@gmail.com] ABSTRAK Diskursus tentang Islam Nusantara sejatinya telah memberi ruang dalam disiplin sejarah, arkeologi, antropologi, studi agama, hingga dinamika Politik. Studi lintas disiplin keilmuan inilah yang akan membentuk formasi pengetahuan dan landasan ontologi dan epistemologi…